| STORIES PAGE |
| Story TIM AI -bahasa |
| Jadi tim AI dari YKI, merupakan pengalaman bagi saya sebagai volunteer di timnya “Haris, Elieve, Akbar, WIDI, De-noe, Herdi dan Lilis”.
sejak berangkat dari kampus untirta serang, dengan jumlah personil 2 orang dari organisasi saya mapalaUT. Tiba di Jogya tepatnya St.lempunyangan langsung saya menghubungi YKI namanya Pak Lim yang selalu membimbing dari informasinya, terimakasih banyak sekali telah membantunya sehingga jadi TIM AI dan tak lupa Mas Dayat telah memberi infonya, serta teman2 peserta birdwacthing surabaya tahun 2006 di Fmipa ITS Wonorejo. Setibanya di lokasi pantai trisik dengan perjalanan jarak ± 1jam dari basecamp YKI, langsung beres2 tempat untuk singgah tim 3. hari pertama bersama bersama haris survai lokasi daerah laguna dan delta serta de-noe sama widi berangkat ke jatimalang. Setelah beberapa hari berlalu bahwa keadaan daerah trisik berbeda sekali “kata Haris” karena kondisi angin kencang sekali sehingga untuk mendapat tangkapan burung berkurang tidak sesuai dengan target, yang di saat briefing burung migran harus 30 serta burung lokal sekitar 50 , yang membuat koordinator “haris” berusaha kerja keras untuk mncapai targetnya. Dari hasil keterangan perbandingan tangkapan dengan 2 lokasi.jatimalang selalu dapat tangkapan burung di bandingkan dengan di trisik bahkan pernah seharian tidak dapat sama sekali. Dari hasil tangkapan burung kecil dan besar, seperti Bambangan coklat sama sekali belum pernah memegang gimana caranya yang baik supaya tidak melukai diri sendiri serta burung itu sendiri, bahkan ada burung mati di jaringnya yang kelamaan dijaring serta di makan oleh predator. Alat penangkapan burung seperti jaring yang terbuat dari bahan benang nylon dengan sesuai SOP, dari keterangan SOP jangan sekali2 membuat jaring sembarangan karena membahayakan burung.seterusnya. pemasangan jaring kita harus lebih tahu lagi supaya arah burung dilewati serta arah mata angin, memasang jaring dengan melepasnya dan menggulungnya mas Haris mengajari langsung di lapangan pertama melihat dulu memasangnya yang di pasang mas Haris setelah itu baru saya pasang sendiri, melihat pertama kali jaring itu sepertinya sulit sekali untuk melepasnya dan menggulungnya. Kerjaan yang alami untuk membersihkan jaring-jaring dari hewan lain seperti belalang, kumbang, dan membuat saya kesal adalah kekelawar selalu ada takut digigit yang jadi penakut digigit kekelawar dah bahkan ada yang meninggal, terpaksa saya memotong jaring tersebut supaya lepas dari jaring tersebut. Untuk pertama di tugaskan jadi MORFO sama temanku Lilis dengan di bimbing “Haris” kita harus memakai sarung tangan karet dan masker untuk menjaga tubuh kita supaya tidak terjadi apa2.dan ruang khusus untuk morfo serta pengambilan sampel darah. Baru pertma kali saya memorfo burung dengan langsung dengan menempuh waktu 10 menit, dari buku panduan SOP harus max 15 menit itu untuk menjaga burung tidak terjadi apa2 seperti meninggal, stress, luka dll yang bisa membahayakan bagi burung tersebut. Di tim kami sangat berkesan sekali kebersamaan, jadi saya bertambah ilmu dan pengalaman serta saling membantu dalam bentuk moril untuk memberikan semangat supaya kondisi fisik tetap fit, walaupun waktu saat itu saya sakit flu dan batuk tetapi saya tetap kukuh untuk TIM Kerja AI yang mas Haris pernah menanyakan kondisinya perkembangan jika masih sakit, di suruh banyak istirahat, tetapi saya menolaknya tetap saya jalani dengan kondisi apapun. Teman –teman dari tim AI lain yang sudah pulang sempat membantu TIM kami, walaupun hanya sedikit dan menghibur situasi kondisi menjadi ramai di basecamp kami. Sehingga cerita pengalaman di lapangan dengan suka dan dukanya yang menjadi kenangan yang tidak terlupakan. Selama 9 hari berlalu tim kami malam terakhir briefing untuk mengevaluasi hasil dari kerja TIM AI kami yang dari sampel, penangkap, dan volunteer. Mengungkapkan masing-masing hasilnya dan serta kekurangan dari tim kami untuk tidak terjadi lagi untuk berikutnya.dari hasil total penangkapan burung 40 burung dengan 2 lokasi, 11 burung migran dan burung lokal 29. Dari saya sendiri mengucapkan terimakasih banyak sekali, untuk menerima saya jadi Relawan TIM AI (Avian Influenza) yang di laksanakan oleh YKI (Yayasan Kutilang Indonesia). Sehingga pengalaman ini bermanfaat bagi saya dan mudah-mudahan ilmu bisa di gunakan lagi suatu saat. Dan tak lupa bagi Organisasi saya MAPALAUT (Mahasiswa Penjelajah Alam Universitas Sultan Ageng Tirtayasa) telah mengizinkan anggotanya untuk menjadi TIM AI yang pengalaman saya semakin bertambah. My name : SUHERDI MapalaUT Mount_Mapalaut@yahoo.com |




