KUTILANG INDONESIA merupakan lembaga nirlaba. Kami hadir untuk bersama masyarakat meningkatkan kesejahteraan melalui pelestarian burung. Kenapa burung? dan bagaimana caranya?
Kita dapat menemukan burung di setiap sudut bumi, mulai dari halaman rumah kita, sawah, pantai, hutan, sampai puncak gunung. Burung dapat hidup mulai dari kedalaman 400 meter di bawah permukan laut sampai pada ketinggian 8000 meter di atas permukaan laut. Burung selalu dekat dengan kehidupan manusia. Sejak jaman purba hingga sekarang, keberadaan burung sangat berguna bagi manusia. Mulai dari kicauannya, keindahan bulunya bahkan dagingnya.
Bagi bumi tempat kita hidup, burung menjadi bagian penting dalam berbagai tipe ekosistem. Mahluk ini dengan ‘suka rela’ menjadikan dirinya indikator bagi kerusakan lingkungan. Penurunan populasi suatu jenis burung tertentu menjadi pertanda awal terjadinya kerusakan lingkungan.
Dengan berbagai fungsi yang dimiliki, burung menjadi aset alam yang amat berharga. Burung berperan dalam penyerbukan berbagai jenis pohon dan menyebarkan bijinya, hingga pohon-pohon itu dapat berkembangbiak. Kini, derap pembangunan yang dibawa ‘kereta modernisasi’ mulai mengancam kehidupan burung. Di setiap belahan bumi kita dapat menemukan jenis-jenis burung yang terancam punah.
Sebagai salah satu negara terluas di wilayah tropis, Indonesia memiliki keragaman jenis burung yang tinggi. Sekitar 1.598 jenis burung atau sekitar 17 persen dari jumlah spesies burung di dunia ada di Indonesia. BirdLife International juga menyatakan Indonesia sebagai negara yang memiliki wilayah penting bagi burung (Important Bird Area) paling banyak. Sayangnya, kini ada sekitar 114 burung di Indonesia yang terancam punah.
Daftar jenis burung terancam punah yang sedemikian panjang menjadi pertanda betapa Indonesia sedang mengalami kerusakan lingkungan yang sangat parah. Tanpa harus menyebutkannya satu persatu, kita sudah dapat merasakan dampaknya. Kerusakan lingkungan yang tentu saja mengancam kesejahteraan kita dalam jangka panjang. Akhirnya, gerakan konservasi burung di Indonesia menjadi suatu hal yang tidak terelakkan.
Dengan demikian, gerakan konservasi terhadap burung bukan semata-mata untuk menyelamatkan burung saja. Ini bukan gerakan ecofasisme. Burung menjadi jendela untuk menyelamatkan lingkungan dan keberlangsungan hidup umat manusia di muka bumi. Burung terancam punah ketika hutan tempat hidupnya yang memiliki fungsi ekologi penting bagi umat manusia itu rusak. Karenanya, dengan menyelamatkan burung, kita juga akan menyelamatkan hutan, dan pada akhirnya, sebenarnyalah kita tengah menyelamatkan diri kita sendiri dari kehancuran. Oleh karena itu jugalah kita perlu memikirkan saudara-saudara kita yang tinggal di sekitar kawasan hutan, saudara-saudara kita yang kadang kurang beruntung menikmati kemajuan jaman karena kesadaran mereka menjaga hutan demi seluruh umat manusia.


Sahutan