<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kutilang Indonesia</title>
	<atom:link href="http://www.kutilang.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.kutilang.or.id</link>
	<description>Bekerja untuk konservasi burung</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Feb 2012 04:02:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Cikrak Dada-kuning</title>
		<link>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-dada-kuning/</link>
		<comments>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-dada-kuning/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 13:39:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Burung Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga Burung Berkicau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kutilang.or.id/?p=3828</guid>
		<description><![CDATA[Yellow-breasted Warbler Seicercus montis (Sharpe, 1887) Deskripsi Kecil (10 cm), berwarna zaitun. Kepala merah-karat dengan alis mata hitam. Lingkar mata dan garis pada sayap putih atau kekuningan, berbeda pada beberapa ras. Tubuh bagian bawah dan tungging kuning. Iris coklat; paruh bagian atas hitam, paruh bagian bawah pucat; kaki kemerahjambuan. Suara Kicauan bernada tinggi yang tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-6415" href="http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/opior-kalimantan/no-pict-3/"><img class="aligncenter size-full wp-image-6415" title="No pict" src="http://www.kutilang.or.id/wp-content/uploads//2011/12/No-pict2.jpg" alt="" width="600" height="303" /></a></p>
<p><strong>Yellow-breasted Warbler </strong><br />
<em>Seicercus montis</em> (Sharpe, 1887)</p>
<p><strong>Deskripsi</strong><br />
Kecil (10 cm), berwarna zaitun. Kepala merah-karat dengan alis mata hitam. Lingkar mata dan garis pada sayap putih atau kekuningan, berbeda pada beberapa ras. Tubuh bagian bawah dan tungging kuning.<br />
Iris coklat; paruh bagian atas hitam, paruh bagian bawah pucat; kaki kemerahjambuan.</p>
<p><strong>Suara</strong><br />
Kicauan bernada tinggi yang tidak bersambungan.<br />
<iframe src="http://www.xeno-canto.org/embed.php?XC=69460&#038;simple=0" scrolling=no frameborder=0 width=340 height=230></iframe></p>
<p><strong>Persebaran</strong><br />
Palawan dan Semenanjung Malaysia. Di Indonesia tersebar di: Sumatera, Kalimantan, Flores, dan Timor.<br />
Terdiri atas 6 sub-spesies, dengan daerah persebaran:</p>
<div id="all_ssp">
<div>
<div>
<div>
<div>
<div>
<div>
<ul>
<li> <strong><em>davisoni</em></strong> (Sharpe, 1888)  -Pegunungan di Semenanjung Malaysia.</li>
<li> <strong><em>inornatus</em></strong> (Robinson &amp; Kloss, 1920)  &#8211;  Sumatera.</li>
<li> <strong><em>montis</em></strong> (Sharpe, 1887)  &#8211; Kalimantan.</li>
<li> <strong><em>xanthopygius</em></strong> (Whitehead, 1893)  &#8211; Filipina Barat (Palawan).</li>
<li> <strong><em>floris</em></strong> (E. J. O. Hartert, 1897)  &#8211;  Flores.</li>
<li> <strong><em>paulinae</em></strong> Mayr, 1944  &#8211;  Timor, ciri: strip hitam pada mahkota kurang berkembang, tubuh bagian atas lebih terang, dan tunggir lebih kuning.</li>
</ul>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p><strong>Tempat hidup dan Kebiasaan</strong><br />
Aktif dalam kelompok campuran dengan berbagai jenis burung lain di lapisan bawah hutan pegunungan pada rentang ketinggian antara 1000 – 2300 mdpl.</p>
<p><strong>Status</strong><br />
Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (<strong>LC</strong>)<br />
Perdagangan Internasional: –<br />
Perlindungan:<strong> </strong>–</p>
<p><strong>Galeri</strong><br />
<a href="http://orientalbirdimages.org/search.php?Bird_ID=1859" target="_blank">Oriental Bird Images</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-dada-kuning/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cikrak Timor</title>
		<link>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-timor/</link>
		<comments>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-timor/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 09:38:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Burung Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga Burung Berkicau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kutilang.or.id/?p=3826</guid>
		<description><![CDATA[Timor Leaf-warbler Phylloscopus presbytes (Blyth, 1870) Deskripsi Kecil (11 cm), bercoret alis keputih-putihan; tubuh bagian atas zaitun dan bagian bawah kuning pucat; mahkota lebih coklat bercoret abu-abu kekuningan di tengah; tenggorokan lebih putih; palang sayap kuning samar; dan tungkai abu-abu tua. Suara Persebaran Endemik atau hanya diketahui hidup di Nusa Tenggara. Terdiri atas 2 sub-spesies, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_7291" class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><a rel="attachment wp-att-7291" href="http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-timor/timor-leaf-warbler_phylloscopus-presbytes-floris_flores-indonesia_/"><img class="size-full wp-image-7291" title="Timor Leaf Warbler_Phylloscopus presbytes floris_Flores, Indonesia_" src="http://www.kutilang.or.id/wp-content/uploads//2011/10/Timor-Leaf-Warbler_Phylloscopus-presbytes-floris_Flores-Indonesia_.jpg" alt="" width="600" height="415" /></a><p class="wp-caption-text">Cikrak Timor, Flores, NTT  © Lars Petersson</p></div>
<p><strong>Timor Leaf-warbler </strong><br />
<em>Phylloscopus presbytes</em> (Blyth, 1870)</p>
<p><strong>Deskripsi</strong><br />
Kecil (11 cm), bercoret alis keputih-putihan; tubuh bagian atas zaitun dan bagian bawah kuning pucat; mahkota lebih coklat bercoret abu-abu kekuningan di tengah; tenggorokan lebih putih; palang sayap kuning samar; dan tungkai abu-abu tua.</p>
<p><strong>Suara</strong><br />
<iframe src="http://www.xeno-canto.org/embed.php?XC=32709&#038;simple=0" scrolling=no frameborder=0 width=340 height=230></iframe></p>
<p><strong>Persebaran</strong><br />
Endemik atau hanya diketahui hidup di Nusa Tenggara.<br />
Terdiri atas 2 sub-spesies, dengan daerah persebaran:</p>
<div>
<div>
<div>
<ul>
<li> <strong><em>floris</em></strong> (E. J. O. Hartert, 1898)  &#8211;  Flores, NTT. Ciri: tubuh bagian atas lebih gelap dan lebih hijau; tubuh bagian bawah  lebih kuning; dan coretan pada mahkota bagian tengah lebih samar.</li>
<li> <strong><em>presbytes</em></strong> (Blyth, 1870)  &#8211;  Timor, Atauro and Roti, di Sunda Kecil bagian tenggara.</li>
</ul>
</div>
</div>
</div>
<p><strong>Tempat hidup dan Kebiasaan</strong><br />
Mudah dijumpai di hutan monsun, hutan primer, hutan <em>Casuarina, </em>hutan semak sekunder, dan hutan yang sedikit mengalami kerusakan sampai ketinggian 2300 mdpl.</p>
<p><strong>Status</strong><br />
Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (<strong>LC</strong>)<br />
Perdagangan Internasional: –<br />
Perlindungan:<strong> </strong>–</p>
<p><strong>Galeri</strong><br />
<a href="http://orientalbirdimages.org/search.php?p=2&amp;Bird_ID=1810&amp;Bird_Family_ID=&amp;pagesize=1" target="_blank">Oriental Bird Images</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-timor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cikrak Mahkota-cokelat</title>
		<link>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-mahkota-cokelat/</link>
		<comments>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-mahkota-cokelat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 03:40:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Burung Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga Burung Berkicau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kutilang.or.id/?p=3830</guid>
		<description><![CDATA[Chestnut-crowned Warbler Seicercus castaniceps (Hodgson, 1845) Deskripsi Sangat kecil (9 cm), berwarna zaitun. Topi coklat-merah-karat dengan strip hitam pada sisi mahkota dan memotong mata yang berkacamata putih. Pipi abu-abu; garis sayap, sisi tubuh, dan tunggir kuning; perut bagian tengah putih. Iris coklat; paruh bagian atas hitam, paruh bagian bawah pucat; kaki kemerahjambuan. Mirip dengan Cikrak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-6415" href="http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/opior-kalimantan/no-pict-3/"><img class="aligncenter size-full wp-image-6415" title="No pict" src="http://www.kutilang.or.id/wp-content/uploads//2011/12/No-pict2.jpg" alt="" width="600" height="303" /></a></p>
<p><strong>Chestnut-crowned Warbler </strong><br />
<em>Seicercus castaniceps</em> (Hodgson, 1845)</p>
<p><strong>Deskripsi</strong><br />
Sangat kecil (9 cm), berwarna zaitun. Topi coklat-merah-karat dengan strip hitam pada sisi mahkota dan memotong mata yang berkacamata putih. Pipi abu-abu; garis sayap, sisi tubuh, dan tunggir kuning; perut bagian tengah putih.<br />
Iris coklat; paruh bagian atas hitam, paruh bagian bawah pucat; kaki kemerahjambuan.<br />
Mirip dengan Cikrak muda, perbedaan terletak pada warna bulu pada bagian pipi dan dada yang abu-abu.</p>
<p><strong>Suara</strong><br />
Kicauan bernada tinggi dan mengalun. Juga cicitan bernada ganda yang keras “<em>ci-ci” </em>dan “<em>tsik</em>”.</p>
<p><strong>Persebaran</strong><br />
Himalaya sampai Cina selatan, Asia Tenggara, Semenanjung Malaysia, dan Sumatera.</p>
<p><strong>Tempat hidup dan Kebiasaan</strong><br />
Bergerak lincah di antara dedaunan pada tajuk rendah, saat mencari makan bersama dalam kelompok yang sering berbaur dengan berbagai jenis burung lain di daerah perbukitan pada rentang ketinggian antara 1200 – 1400 mdpl.</p>
<p><strong>Status</strong><br />
Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (<strong>LC</strong>)<br />
Perdagangan Internasional: –<br />
Perlindungan:<strong> </strong>–</p>
<p><strong>Galeri</strong><br />
<a href="http://orientalbirdimages.org/search.php?Bird_ID=1858" target="_blank">Oriental Bird Images</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-mahkota-cokelat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cikrak Pulau</title>
		<link>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-pulau/</link>
		<comments>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-pulau/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 09:42:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Burung Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga Burung Berkicau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kutilang.or.id/?p=3834</guid>
		<description><![CDATA[Island Leaf-warbler Phylloscopus poliocephalus (Salvadori, 1876) Deskripsi Kecil (11 cm). Tubuh bagian atas hijau-zaitun; tubuh bagian bawah kuning, tenggorokan keputih-putihan; tungkai gelap. Suara Persebaran Terdiri atas 19 sub-spesies, dengan daerah persebaran: matthiae (Rothschild &#38; E. J. O. Hartert, 1924): Kep. St Matthias (Pulau Mussau), di Kep. Bismarck. leletensis (Salomonsen, 1965): P. New Ireland, di Kep. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_7276" class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><a rel="attachment wp-att-7276" href="http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-pulau/cikrak-pulau/"><img class="size-full wp-image-7276" title="Cikrak Pulau" src="http://www.kutilang.or.id/wp-content/uploads//2011/10/Cikrak-Pulau.jpg" alt="" width="640" height="450" /></a><p class="wp-caption-text">Cikrak Pulau, Seram, Maluku Selatan  © Rob Hutchinson</p></div>
<p><strong>Island Leaf-warbler</strong><br />
<em>Phylloscopus poliocephalus</em> (Salvadori, 1876)</p>
<p><strong>Deskripsi</strong><br />
Kecil (11 cm). Tubuh bagian atas hijau-zaitun; tubuh bagian bawah kuning, tenggorokan keputih-putihan; tungkai gelap.</p>
<p><strong>Suara</strong><br />
<iframe src="http://www.xeno-canto.org/embed.php?XC=69086&#038;simple=0" scrolling=no frameborder=0 width=340 height=230></iframe></p>
<p><strong>Persebaran</strong><br />
Terdiri atas 19 sub-spesies, dengan daerah persebaran:</p>
<ul>
<li><strong><em>matthiae</em> </strong>(Rothschild      &amp; E. J. O. Hartert, 1924): Kep. St Matthias (Pulau Mussau), di      Kep. Bismarck.</li>
<li><strong><em>leletensis</em> </strong>(Salomonsen,      1965): P. New Ireland, di Kep. Bismarck.</li>
<li><strong><em>moorhousei</em> </strong>(Gilliard      &amp; LeCroy, 1967): P. New Britain dan Umboi, di Kep. Bismarck.</li>
<li><strong><em>hamlini</em> </strong>(Mayr      &amp; Rand, 1935): P. Goodenough, di Kep. D’Entrecasteaux (ujung      tenggara Papua).</li>
<li><strong><em>bougainvillei</em> </strong>(Mayr,      1935): P. Bougainville.</li>
<li><strong><em>pallescens</em> </strong>(Mayr,      1935): P. Kolombangara, di kep. Solomon barat.</li>
<li><strong><em>becki</em> </strong>(E. J. O.      Hartert, 1929): Kep. Solomon timur (Santa Isabel, Guadalcanal,      Malaita).</li>
<li><strong><em>henrietta</em> </strong>(Stresemann,      1931):  Maluku utara (Halmahera,      Ternate). Ciri: mahkota abu-abu tanpa coretan di tengah, alis keputih-putihan.</li>
<li><strong><em>waterstradti</em> </strong>(E.      J. O. Hartert, 1903): Maluku utara (Bacan, Obi). Ciri: mahkota keabu-abuan      tanpa coretan di tengah, alis abu-abu pucat.</li>
<li><strong><em>everetti</em> </strong>(E. J. O.      Hartert, 1899): Maluku selatan (Buru, diatas 700 mdpl.). Ciri: mahkota coklat      keabu-abuan tanpa coretan di tengah, alis abu-abu pucat samar, tenggorokan      hingga dada bagian atas putih.</li>
<li><strong><em>ceramensis</em> </strong>(Ogilvie-Grant,      1910): Maluku selatan (Seram, Ambon). Ciri: mahkota abu-abu tua bercoret      zaitun dan lebih pucat di tengah, alis kekuningan pucat, garis-sayap      kekuningan samar.</li>
<li><strong><em>poliocephalus</em> </strong>(Salvadori,      1876): Barat-laut P. Papua (Peg. Tamrau, Peg. Arfak, Peg.      Wandammen).</li>
<li><strong><em>avicola</em> </strong>(E. J. O.      Hartert, 1924); Kep. Kai (Kai Besar). Ciri: tubuh bagian atas lebih      zaitun kecoklatan, mahkota lebih gelap dengan coretan kuning kusam di      tengah, alis kuning pucat, garis-sayap kekuningan tipis, dan tubuh bagian      bawah berwarna kekuningan pucat.</li>
<li><strong><em>maforensis</em> </strong>(A. B.      Meyer, 1874): P. Numfoor, di Teluk Cendrawasih (Barat-laut P. Papua).</li>
<li><strong><em>misoriensis</em> </strong>(Meise,      1931): P. Biak, di Teluk Cendrawasih.</li>
<li><strong><em>albigularis</em> </strong>(E. J.      O. Hartert &amp; Paludan, 1936): P. Papua tengah bagian barat (Peg.      Weyland).</li>
<li><strong><em>paniaiae</em> </strong>(Junge,      1952): P. Papua tengah bagian barat (daerah danau Wissel).</li>
<li><strong><em>cyclopum</em> </strong>(E. J. O.      Hartert, 1930): P. papua bagian utara (Pegunungan Cyclops).</li>
<li><strong><em>giulianettii</em> </strong>(Salvadori,      1896): P. Papua tengah dan tenggara (dari timur Peg. Puncak      Jayawijaya).</li>
</ul>
<p><strong>Tempat hidup dan Kebiasaan</strong><br />
Mudah dijumpai di hutan primer dan sekunder pada rentang ketinggian antara 300 &#8211; 2470 mdpl.</p>
<p><strong>Status</strong><br />
Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (<strong>LC</strong>)<br />
Perdagangan Internasional: –<br />
Perlindungan:<strong> </strong>–</p>
<p><strong>Galeri</strong><br />
<a href="http://orientalbirdimages.org/search.php?p=3&amp;Bird_ID=1844&amp;Bird_Family_ID=&amp;pagesize=1" target="_blank">Oriental Bird Images</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-pulau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cikrak Muda</title>
		<link>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-muda/</link>
		<comments>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 06:24:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Burung Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga Burung Berkicau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kutilang.or.id/?p=3846</guid>
		<description><![CDATA[Sunda Warbler  (White-rumped Warbler) Seicercus grammiceps (Strickland, 1849) Deskripsi Kecil (10 cm), berwarna zaitun. Kepala coklat berangan, alis mata gelap, lingkar mata putih sempit. Tubuh bagian atas zaitun keabu-abuan, dengan tunggir keputih-putihan. Pinggir penutup sayap kuning membentuk dua garis melintang  pada sayap tubuh, tubuh bagian bawah keputih-putihan. Iris coklat-kemerahan; paruh hitam; kaki jingga. Suara Nada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_7267" class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><a rel="attachment wp-att-7267" href="http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-muda/cikrak-muda/"><img class="size-full wp-image-7267" title="Cikrak Muda" src="http://www.kutilang.or.id/wp-content/uploads//2011/10/Cikrak-Muda.jpg" alt="" width="640" height="471" /></a><p class="wp-caption-text">Cikrak Muda, Kawah Ijen, Banyuwangi  © Swiss Winasis</p></div>
<p><strong>Sunda Warbler  (White-rumped Warbler)</strong><br />
<em>Seicercus grammiceps (Strickland, 1849)</em></p>
<p><strong>Deskripsi</strong><br />
Kecil (10 cm), berwarna zaitun. Kepala coklat berangan, alis mata gelap, lingkar mata putih sempit. Tubuh bagian atas zaitun keabu-abuan, dengan tunggir keputih-putihan. Pinggir penutup sayap kuning membentuk dua garis melintang  pada sayap tubuh, tubuh bagian bawah keputih-putihan.<br />
Iris coklat-kemerahan; paruh hitam; kaki jingga.</p>
<p><strong>Suara</strong><br />
Nada tinggi &#8220;<em>cii-cii-cicii</em>&#8221; yang terdengar seperti deringan dan &#8220;<em>trrr</em>&#8221; yang terdengar seperti dengungan.<br />
<iframe src="http://www.xeno-canto.org/embed.php?XC=69459&#038;simple=0" scrolling=no frameborder=0 width=340 height=230></iframe></p>
<p><strong>Penyebaran</strong><br />
Endemik atau hanya diketahui hidup di Sumatera, Jawa, dan Bali.<br />
Terdiri atas dua sub-spesies, dengan daerah persebaran:</p>
<ul>
<li><strong><em>sumatrensis</em> </strong>(Robinson &amp; Kloss, 1916): Sumatera.</li>
<li><strong><em><em></em>grammiceps</em> </strong>(Strickland, 1849): Jawa dan Bali.</li>
</ul>
<p><strong>Tempat hidup dan kebiasaan</strong><br />
Berdiam di hutan lebat atau pinggir hutan, bergabung dalam kelompok campuran. Berburu serangga pada lapisan bawah di hutan pada rentang ketinggian antara 800-2500 mdpl.</p>
<p><strong>Status</strong><br />
Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (<strong>LC</strong>)<br />
Perdagangan Internasional: –<br />
Perlindungan:<strong> </strong>–</p>
<p><strong>Galeri</strong><br />
<a href="http://www.fobi.web.id/fbi/v/aves/f-syl/sei-gra/" target="_blank">Foto Biodiversitas Indonesia</a><br />
<a href="http://orientalbirdimages.org/search.php?Bird_ID=1860" target="_blank">Oriental Bird Images</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cikrak Mahkota</title>
		<link>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-makhota/</link>
		<comments>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-makhota/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 02:43:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Burung Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga Burung Berkicau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kutilang.or.id/?p=3844</guid>
		<description><![CDATA[Eastern Crowned Leaf-warbler Phylloscopus coronatus (Temminck &#38; Schlegel, 1847) Deskripsi: Kecil (12 cm), berwarna zaitun-kekuningan. Kekang dan setrip mata kehitaman, alis-mata dan setrip-mahkota tengah berwarna putih. Tubuh bagian atas zaitun-kehijauan, pinggiran bulu terbang dan dua garis sayap kekuningan. Tubuh bagian bawah keputih-putihan, tungging kuning kontras. Iris coklat tua, paruh atas coklat, paruh bawah kuning, kaki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-6415" href="http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/opior-kalimantan/no-pict-3/"><img class="aligncenter size-full wp-image-6415" title="No pict" src="http://www.kutilang.or.id/wp-content/uploads//2011/12/No-pict2.jpg" alt="" width="600" height="303" /></a></p>
<p><strong>Eastern Crowned Leaf-warbler</strong><br />
<em>Phylloscopus coronatus</em> (Temminck &amp; Schlegel, 1847)</p>
<p><strong>Deskripsi:</strong><br />
Kecil (12 cm), berwarna zaitun-kekuningan. Kekang dan setrip mata kehitaman, alis-mata dan setrip-mahkota tengah berwarna putih. Tubuh bagian atas zaitun-kehijauan, pinggiran bulu terbang dan dua garis sayap kekuningan. Tubuh bagian bawah keputih-putihan, tungging kuning kontras.<br />
Iris coklat tua, paruh atas coklat, paruh bawah kuning, kaki abu-abu.<br />
Mirip dengan Cikrak polos dan Cikrak kutub, perbedaan dengan keduanya terletak pada setrip-mahkota yang terlihat lebih jelas. Juga mirip dengan Cikrak daun, perbedaan terletak pada garis-sayap dan warna tubuh bagian bawah yang keputih-putihan.</p>
<p><strong>Suara:</strong><br />
Dua suku kata “<em>swii-itt</em>” terdengar keras dan tajam.</p>
<p><strong>Penyebaran:</strong><br />
Burung migran. Berbiak di Asia timur laut dan bermigrasi ke selatan saat musim dingin, sampai ke Cina, Asia tenggara, Sumatera, dan Jawa.</p>
<p><strong>Tempat hidup dan Kebiasaan:</strong><br />
Mengunjungi hutan mangrove, pepohonan, dan pinggir hutan, dari permukaan laut sampai puncak tertinggi. Bergabung dalam kelompok campuran dan biasanya terlihat pada tajuk pohon besar.</p>
<p><strong>Status</strong><br />
Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (<strong>LC</strong>)<br />
Perdagangan Internasional: –<br />
Perlindungan:<strong> </strong>–</p>
<p><strong>Galeri</strong><br />
<a href="http://orientalbirdimages.org/search.php?p=1&amp;Bird_ID=1802&amp;Bird_Family_ID=&amp;pagesize=1" target="_blank">Oriental Bird Images</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-makhota/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berburu, Strategi bertahan hidup</title>
		<link>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/berburu-strategi-bertahan-hidup/</link>
		<comments>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/berburu-strategi-bertahan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 06:54:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Swadaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kutilang.or.id/?p=7300</guid>
		<description><![CDATA[Ketika kita mendengar kata “berburu burung”, acapkali pikiran kita langsung mengarah pada dampak negatif kegiatan perburuan itu terhadap kelangsungan hidup burung di habitatnya. Sebagai orang yang berada diluar lingkaran kegiatan perburuan burung, memberikan cap negatif terlebih penghakiman adalah hal paling mudah yang dapat kita lakukan. Namun, ketika kita mau membuka sedikit hati dan pikiran kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika kita mendengar kata “berburu burung”, acapkali pikiran kita langsung mengarah pada dampak negatif kegiatan perburuan itu terhadap kelangsungan hidup burung di habitatnya. Sebagai orang yang berada diluar lingkaran kegiatan perburuan burung, memberikan cap negatif terlebih penghakiman adalah hal paling mudah yang dapat kita lakukan. Namun, ketika kita mau membuka sedikit hati dan pikiran kita untuk mengkaji lebih jauh, maka akan terpampang fakta-fakta yang akan membuat kita membuang jauh-jauh cap negatif bagi para pemburu.</p>
<p>Kami terus berusaha untuk dapat mengetahui lebih dalam tentang kehidupan para pemburu burung. Berikut adalah sekelumit fakta yang dapat kami sajikan dalam sebuah film dokumenter yang belum tuntas… selamat menonton…(hanya boleh dilihat untuk umur 18 tahun ke atas atau dengan pendampingan orang dewasa). Trimakasih.</p>
<p>&nbsp;<iframe width="420" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/JRIS6JxpUiU" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p><strong>Para Pemburu Burung di Indramayu, Jawa Barat, Indonesia</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/berburu-strategi-bertahan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cikrak Kutub</title>
		<link>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-kutub/</link>
		<comments>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-kutub/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 03:08:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Burung Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga Burung Berkicau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kutilang.or.id/?p=3842</guid>
		<description><![CDATA[Arctic Warbler  (Arctic Leaf-Warbler) Phylloscopus borealis (H. Blasius,1858) Deskripsi Kecil (12 cm), berwarna zaitun keabu-abuan dengan alis mata putih-kekuningan, panjang dan mencolok. Tubuh bagian atas zaitun-gelap dengan garis di sayap berwarna pucat samar-samar, sehingga tidak mencolok. Tubuh bagian bawah keputih-putihan, sisi tubuh zaitun-kecoklatan, kekang, dan setrip-mata kehitaman. Paruh cukup panjang dan sedikit mencuat, berwarna buram. Iris [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_7256" class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><a rel="attachment wp-att-7256" href="http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-kutub/cikrak-kutub/"><img class="size-full wp-image-7256" title="Cikrak Kutub" src="http://www.kutilang.or.id/wp-content/uploads//2011/10/Cikrak-Kutub.jpg" alt="" width="640" height="480" /></a><p class="wp-caption-text">Cikrak Kutub, TN Baluran, Situbondo  © Swiss Winasis</p></div>
<p><strong>Arctic Warbler  (<strong>Arctic Leaf-Warbler) </strong></strong><br />
<em>Phylloscopus borealis</em> (H. Blasius,1858)</p>
<p><strong>Deskripsi</strong><br />
Kecil (12 cm), berwarna zaitun keabu-abuan dengan alis mata putih-kekuningan, panjang dan mencolok. Tubuh bagian atas zaitun-gelap dengan garis di sayap berwarna pucat samar-samar, sehingga tidak mencolok. Tubuh bagian bawah keputih-putihan, sisi tubuh zaitun-kecoklatan, kekang, dan setrip-mata kehitaman. Paruh cukup panjang dan sedikit mencuat, berwarna buram.<br />
Iris coklat tua; paruh bagian atas coklat dan paruh bagian bawah kuning; kaki coklat.</p>
<p><strong>Suara</strong><br />
Seri berderik, diawali &#8220;<em>cwiit</em>&#8221; dan diakhiri &#8220;<em>zit</em>&#8221; yang lebih tinggi dan lebih sering diperdengarkan.</p>
<p><strong>Penyebaran</strong><br />
<strong> </strong>Burung migran. Berbiak di Eropa utara, Asia utara dan Alaska. Bermigrasi ke selatan pada musim dingin menuju Cina, dan Asia Tenggara, Filipina dan Indonesia.<br />
Terdiri atas 3 sub-spesies, dengan daerah persebaran:</p>
<div>
<ul>
<li><strong><em>borealis</em> </strong>(J. H. Blasius, 1858): Berbiak di Eropa utara (Fennoscandia bagian utara dan timur, Rusia utara) dari sebelah timur melewati Siberia utara sampai sungai Kolyma, dari sebelah selatan sampai Siberia tengah bagian selatan (L Baikal), Mongolia dan Cina timur laut (Manchuria bagian utara dan timur). Bermigrasi ke Asia Tenggara (Myanmar selatan dari sebelah timur sampai Vietnam), Cina tenggara (Fujian, Guangdong utara) dan selatan Taiwan sampai Sunda besar.</li>
<li><strong><em><em></em>xanthodryas</em> </strong>(Swinhoe, 1863): Berbiak di timur laut Rusia (Chukotka dan Kamchatka) dari selatan sampai Pulau Sakhalin, Kepulauan Kuril dan Jepang (Hokkaido, Honshu). Bermigrasi ke Taiwan, Kalimantan, Filiphina (Luzon, Negros) dan Indonesia (sebelah timur sampai Sunda kecil).</li>
<li><strong><em><em></em>kennicotti</em> </strong>(S. F. Baird, 1869): Berbiak di barat-laut Amerika (Alaska barat). Bermigrasi ke Filiphina dan Indonesia (sebelah timur sampai Sunda kecil).</li>
</ul>
</div>
<p><strong>Tempat hidup dan Kebiasaan</strong><br />
Sering bergabung dengan kelompok burung lain saat mencari makan. Dalam jumlah kecil mengunjungi hutan terbuka, mangrove, hutan primer, hutan sekunder, dan pinggir hutan sampai ketinggian 2500 mdpl.</p>
<p><strong>Status</strong><br />
Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (<strong>LC</strong>)<br />
Perdagangan Internasional: –<br />
Perlindungan:<strong> </strong>–</p>
<p><strong>Galeri</strong><br />
<a href="http://www.fobi.web.id/fbi/v/aves/f-syl/phy-bor/?g2_GALLERYSID=" target="_blank">Foto Biodiversitas Indonesia</a><br />
<a href="http://orientalbirdimages.org/search.php?p=2&amp;Bird_ID=1808&amp;Bird_Family_ID=&amp;pagesize=1" target="_blank">Oriental Bird Images</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-kutub/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cikrak Bambu</title>
		<link>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-bambu/</link>
		<comments>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-bambu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 20:03:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Burung Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga Burung Berkicau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kutilang.or.id/?p=3838</guid>
		<description><![CDATA[Yellow-bellied Warbler Abroscopus superciliaris (Blyth, 1859) Deskripsi Kecil (11 cm). Alis-mata putih mencolok, dahi dan mahkota abu-abu, tengkuk dan punggung zaitun-kehijauan. Dagu, tenggorokan, dan dada bagian atas putih, serta sisa tubuh bagian bawah kuning. Iris coklat, paruh kehitaman dengan pangkal keputih-putihan, kaki merah-jambu. Suara Kicauan pendek yang merdu, biasanya terdri dari tiga nada meninggi, serta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-6415" href="http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/opior-kalimantan/no-pict-3/"><img class="aligncenter size-full wp-image-6415" title="No pict" src="http://www.kutilang.or.id/wp-content/uploads//2011/12/No-pict2.jpg" alt="" width="600" height="303" /></a></p>
<p><strong>Yellow-bellied Warbler</strong><br />
<em>Abroscopus superciliaris </em>(Blyth, 1859)</p>
<p><strong>Deskripsi</strong><br />
Kecil (11 cm). Alis-mata putih mencolok, dahi dan mahkota abu-abu, tengkuk dan punggung zaitun-kehijauan. Dagu, tenggorokan, dan dada bagian atas putih, serta sisa tubuh bagian bawah kuning.<br />
Iris coklat, paruh kehitaman dengan pangkal keputih-putihan, kaki merah-jambu.</p>
<p><strong>Suara</strong><br />
Kicauan pendek yang merdu, biasanya terdri dari tiga nada meninggi, serta nada &#8220;<em>trrt</em>&#8221; yang tajam.<br />
<iframe src="http://www.xeno-canto.org/embed.php?XC=21577&#038;simple=0" scrolling=no frameborder=0 width=340 height=230></iframe></p>
<p><strong>Penyebaran </strong><br />
Himalaya timur, Cina Selatan, Asia Tenggara, Semenanjung Malaysia, dan Sunda Besar.<br />
Terdiri atas 10 sub-spesies, denan daerah persebaran:</p>
<ul>
<li><strong><em>flaviventris</em> </strong>(Jerdon, 1863): Nepal, timur laut India (Sikkim, West Bengal utara, Arunachal Pradesh, Meghalaya, Nagaland, Manipur), Bhutan, Bangladesh timur dan Myanmar barat.</li>
<li><strong><em><em></em>drasticus</em> </strong>(Deignan, 1947): India timur laut (Assam) dan Myanmar utara.</li>
<li><strong><em><em></em>smythiesi</em> </strong>(Deignan, 1947): Myanmar bagian tengah.</li>
<li><strong><em><em></em>superciliaris</em> </strong>(Blyth, 1859): Myanmar timur dan selatan, Cina selatan (Yunnan selatan), dan Thailand barat daya dan utara di sebelah timur sampai Laos bagian tengah.</li>
<li><strong><em><em></em>euthymus</em> </strong>(Deignan, 1947): Vietnam.</li>
<li><em><em></em>bambusarum</em> (Deignan, 1947): Semenanjung utara Thailand.</li>
<li><strong><em><em></em>sakaiorum</em> </strong>(Stresemann, 1912): Semenanjung selatan Thailand dan Semenanjung Malaysia.</li>
<li><strong><em><em></em>papilio</em> </strong>(Deignan, 1947): Sumatera.</li>
<li><strong><em><em></em>schwaneri</em> </strong>(Blyth, 1870): Kalimantan</li>
<li><strong><em><em></em>vordermani</em> </strong>(Büttikofer, 1893): Jawa.</li>
</ul>
<p><strong>Tempat hidup dan Kebiasaan</strong><br />
Hidup dalam kelompok kecil di rumpun semak rendah dan pohon bambu di hutan sekunder pada dataran rendah dan bukit-bukit sampai ketinggian 1500 mdpl.</p>
<p><strong>Status</strong><br />
Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (<strong>LC</strong>)<br />
Perdagangan Internasional: –<br />
Perlindungan:<strong> </strong>–</p>
<p><strong>Galeri</strong><br />
<a href="http://orientalbirdimages.org/search.php?p=7&amp;Bird_ID=1864&amp;Bird_Family_ID=&amp;pagesize=1" target="_blank">Oriental Bird Images</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-bambu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cikrak Daun</title>
		<link>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-daun/</link>
		<comments>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-daun/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 17:55:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Burung Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga Burung Berkicau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.kutilang.or.id/?p=3840</guid>
		<description><![CDATA[Mountain Leaf-warbler Phylloscopus trivirgatus (Strickland, 1849) Deskripsi Kecil (11 cm), berwarna kuning dan hijau. Setrip-mahkota tengah dan alis-mata kekuningan mencolok. Tubuh bagian atas kehijauan, tanpa garis pada sayap. Tubuh bagian bawah kekuningan khas. Iris hampir hitam, paruh atas hitam, paruh bawah kemerahan, kaki keabu-abuan. Suara Kicauan bernada tinggi dan tenang &#8220;tsii-ci-ci-wiit&#8221; dan berbagai variasi lain. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_7249" class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><a rel="attachment wp-att-7249" href="http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-daun/cikrak-daun/"><img class="size-full wp-image-7249" title="Cikrak Daun" src="http://www.kutilang.or.id/wp-content/uploads//2011/10/Cikrak-Daun.jpg" alt="" width="640" height="428" /></a><p class="wp-caption-text">Cikrak Daun, Tahura R. Soeryo, Malang  © Swiss Winasis</p></div>
<p><strong>Mountain Leaf-warbler</strong><br />
<strong> </strong><em>Phylloscopus trivirgatus</em> (Strickland, 1849)</p>
<p><strong>Deskripsi</strong><br />
Kecil (11 cm), berwarna kuning dan hijau. Setrip-mahkota tengah dan alis-mata kekuningan mencolok. Tubuh bagian atas kehijauan, tanpa garis pada sayap. Tubuh bagian bawah kekuningan khas.<br />
Iris hampir hitam, paruh atas hitam, paruh bawah kemerahan, kaki keabu-abuan.</p>
<p><strong>Suara</strong><br />
Kicauan bernada tinggi dan tenang &#8220;<em>tsii-ci-ci-wiit</em>&#8221; dan berbagai variasi lain.<br />
<iframe src="http://www.xeno-canto.org/embed.php?XC=69104&#038;simple=0" scrolling=no frameborder=0 width=340 height=230></iframe></p>
<p><strong>Persebaran</strong><br />
Palawan, Semenajung Malaysia dan Sunda Besar.<br />
Terdiri atas 11 sub-spesies, dengan daerah persebaran:</p>
<ul>
<li><strong><em>parvirostris</em> </strong>(Stresemann, 1912): Semenanjung Malaysia (dari selatan Perak sampai Pahang).</li>
<li><strong><em><em> </em>sarawacensis</em> </strong>(Chasen, 1938): Pulau Kalimantan bagian utara dan barat-laut (Pegunungan Trus Madi, Mulu dan Nyiut, Pegunungan Poi di Sarawak barat).</li>
<li><strong><em><em> </em>benguetensis</em> </strong>(Ripley &amp; Rabor, 1958): Filipina utara (Luzon utara).</li>
<li><strong><em><em> </em>nigrorum</em> </strong>(Moseley, 1891): Filipina tengah dan tengah bagian utara (Luzon selatan, Mindoro, Panay, Negros).</li>
<li><strong><em><em></em>peterseni</em> </strong>(Salomonsen, 1962): Filipina barat (Palawan).</li>
<li><strong><em><em></em>diuatae</em> </strong>(Salomonsen, 1953): Camiguin Sur dan Mindanao timur-laut (Gunung Hilong-Hilong), di Filipina selatan.</li>
<li><strong><em><em></em>malindangensis</em> </strong>(Mearns, 1909): Semenanjung Zamboanga dan Gunung Malindang, di barat-laut Mindanao.</li>
<li><strong><em><em></em>flavostriatus</em> </strong>(Salomonsen, 1953): Gunung Katanglad dan pegunungan di provinsi Misamis Oriental, di Mindanao tengah bagian utara, Filipina.</li>
<li><strong><em><em></em>mindanensis</em> </strong>(E. J. O. Hartert, 1903): Mindanao selatan (Gunung Apo, Gunung Mayo), Filipina.</li>
<li><strong><em><em></em>trivirgatus</em> </strong>(Strickland, 1849): Sumatera, Jawa, Bali, Lombok dan Sumbawa.</li>
<li><strong><em><em></em>kinabaluensis</em> </strong>(Sharpe, 1901): Gunung Kinabalu (dan kemungkinan juga terdapat di daerah Pegunungan Muratus), di Pulau Kalimantan bagian utara. Ciri: lebih abu-abu dan kurang kuning.</li>
</ul>
<p><strong>Tempat Hidup dan Kebiasaan</strong><br />
terbatas di hutan gunung , tetapi melimpah di beberapa tempat. Mengunjungi pinggir hutan, puncak tertinggi di hutan perbukitan dan pegunungan pada rentang ketinggian antara 800 &#8211; 3000 mdpl. Lebih sering hidup dalam kelompok, berbaur dengan jenis lain, terutama saat mencari makan pada tajuk atau paku-pakuan dan anggrek epifit.</p>
<p><strong>Status</strong><br />
Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (<strong>LC</strong>)<br />
Perdagangan Internasional: –<br />
Perlindungan:<strong> </strong>–</p>
<p><strong>Galeri</strong><br />
<a href="http://www.fobi.web.id/v/aves/f-syl/phy-tri" target="_blank">Foto Biodiversitas Indonesia</a><br />
<a href="http://orientalbirdimages.org/search.php?p=3&amp;Bird_ID=1815&amp;Bird_Family_ID=&amp;pagesize=1" target="_blank">Oriental Bird Images</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.kutilang.or.id/burung/konservasi/cikrak-daun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

